Resmi: Pemindahan segera 86 pengungsi Rohingya Aceh ke Medan

  • Bagikan
pegungsi rohingya

Mereka secara bertahap akan disatukan dengan rekan-rekannya di Medan untuk memudahkan penanganan.

Banda Aceh, Aceh (MATA CAKRAWALA) – Sebanyak 86 pengungsi Rohingya di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, akan dipindahkan ke Kota Medan di Provinsi Sumatera Utara dalam waktu dekat, menurut seorang pejabat pemerintah.

“Secara bertahap mereka akan dipersatukan dengan rekan-rekannya di Medan untuk memudahkan penanganan,” kata Kepala Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Ridwan Jalil.

Para pengungsi saat ini ditampung di sebuah pusat pelatihan vokasi di Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, kata Jalil dalam keterangannya, Kamis.

Para pengungsi tersebut adalah bagian dari 396 migran Rohingya yang mendarat di Provinsi Aceh pada tahun 2020, meskipun sebagian besar dari mereka telah meninggalkan tempat penampungan sementara mereka di Lhokseumawe, kata Jalil.

Untuk mencegah 86 pengungsi yang tersisa melarikan diri dari tempat penampungan mereka, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) telah menyetujui pemindahan mereka ke Medan.

Sebelum pemindahan mereka kemungkinan akan dimulai minggu depan, gugus tugas telah berkoordinasi dengan UNHCR dan otoritas terkait lainnya, menurut Jalil.

Pada gelombang pertama, 50 pengungsi lansia dan anak-anak akan diangkut, sementara 36 lainnya akan bergabung dengan gelombang kedua, ungkapnya.

Tercatat, UNHCR-Indonesia Office telah memberikan status pengungsi kepada 99 migran Rohingya yang diselamatkan oleh tiga nelayan Aceh dengan alasan kemanusiaan pada Juni 2020.

Status pengungsi diberikan kepada 99 migran Rohingya yang terdiri dari 31 perempuan, 41 perempuan, 16 laki-laki, dan 11 laki-laki setelah petugas UNHCR mendaftarkan mereka pada 5-11 Juli 2020.

Pada 10 Juli 2020, pemerintah Indonesia telah memindahkan mereka dari kantor imigrasi lama di Lhokseumawe ke pusat pelatihan kejuruan kota Meunasah Mee.

Namun, 22 dari mereka melarikan diri dari pusat pelatihan kejuruan.

Selama proses pendaftaran, petugas UNHCR menemukan bahwa 25 anak pengungsi bepergian tanpa orang tua mereka.

Namun, 13 orang di antaranya ditemani wali mereka.

Tiga nelayan Aceh menyelamatkan 99 pengungsi dengan alasan kemanusiaan setelah kapal mereka terdampar di perairan Seunuddon, Aceh Utara, pada 24 Juni 2020.

Pemerintah Indonesia menawarkan perlengkapan kebersihan dan logistik serta layanan kesehatan kepada para pengungsi.

Juru bicara Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan UE, Nabila Massrali, memuji keputusan Indonesia untuk memberikan pendaratan yang aman dan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Rohingya.

  • Bagikan