Janji Palsu ‘Ustaz Gondrong’ Saat Menikahi Anak Dibawah Umur

  • Bagikan
ustaz gondrong

Jakarta – Aksi penggandaan uang oleh Hermawan alias ‘Ustaz Gondrong‘ (45) di Babelan, Kabupaten Bekasi, berbuntut panjang. ‘Ustaz Gondrong’ tidak hanya menjadi sasaran polisi karena tuduhan penipuan, tetapi juga karena berhubungan dengan anak di bawah umur.

‘Ustaz Gondrong’ dilaporkan oleh orang tuanya sendiri atas dugaan berhubungan seks dengan anak di bawah umur. ‘Ustaz Gondong’ diduga memberikan janji palsu ketika anak dari ayah mertuanya menikah ketika belum dewasa.

Seperti diketahui, ‘Ustaz Gondrong’ telah membuat heboh dengan aksinya ‘melipatgandakan uang’ yang dipamerkan di depan pasiennya. Ya, selama ini ‘Ustaz Gondrong’ membuka praktik pengobatan alternatif dengan mantera.

Belakangan terungkap bahwa tindakan menggandakan uang itu hanya omong kosong belaka. Uang yang “dilipatgandakan” ternyata adalah uang mainan.

‘Ustaz Gondrong’ kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap atas kasus dugaan penipuan. Setelah itu, ‘Ustaz Gondrong’ kembali dilaporkan tentang hubungan seksual di bawah umur.

Menikahi ABG Februari 2017

Kapolsek Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan membeberkan awal mula pernikahan Ustaz Gondrong dengan korban. Pelaku menikahkan korban secara seri pada 25 Februari 2017.

“Saat itu korban berusia di bawah 15 tahun,” kata Hendra dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Hendra mengatakan, orang tua korban dibujuk Ustaz Gondrong agar mau menikah dengan NT dengan sejumlah iming-iming. Antara lain berjanji akan membayar utang hingga membeli tanah.

“Pelaku berjanji kepada orang tua korban akan melunasi utangnya dan akan membangun serta membeli tanah sampai orang tua korban menyetujui pernikahan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:

Asal Usul Ustad Gondrong ‘Pengganda Uang’ untuk Promosi Praktik Pelet

Alasan Baru Melaporkan Polisi

Polisi mengungkap alasan mertua melaporkan Hermawan belum lama ini setelah NT menikah dengan tersangka hingga 4 tahun dan memiliki anak. Salah satunya, karena orang tua NT saat itu takut karena menganggap Hermawan sebagai orang yang sakti.

“Namanya berinteraksi atau berhubungan dengan orang yang dianggap sakti ya? Jadi takut dia nikah,” kata Hendra kepada detikcom, di Polres Metro Bekasi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/3/2021).

Di sisi lain, orang tua NT juga dijanjikan akan lunas utangnya jika ingin menikahkan putrinya dengan Hermawan. Namun, janji hanyalah janji, tetapi tidak ditepati. ‘Ustaz Gondrong’ tidak pernah memberikan apapun yang dijanjikan.

Namun hingga saat ini janji tersebut belum terwujud dan dari pernikahan tersebut pelaku dan korban telah dikaruniai 1 orang putri yang berusia 3 tahun, kata Kombes Hendra.

Korban didesak untuk melapor

Sejauh ini polisi belum menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan dengan praktik pelaku. Polisi mengimbau masyarakat yang menjadi korban untuk melapor.

“Kami menunjuk penipuan dulu, semoga korban melapor,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan, kepada kami, di Polda Metro Bekasi, Rabu (24/3/2021).

Hendra mengatakan, kasus penggandaan uang kali ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada penggandaan uang. Ia menyebut kejadian serupa dilakukan oleh Kanjeng Dimas yang berujung pada tersangka penipuan.

“Kita harus jadikan pelajaran, jangan mudah dibodohi. Tidak mungkin orang menggandakan uangnya. Kalaupun bisa melipatgandakan uangnya, rumahnya tidak seperti itu., Hentikan saja, dia melipatgandakan uangnya. , “dia berkata.

Sebelumnya dikabarkan polisi mengungkap penggandaan uang yang dilakukan Hermawan alias Ustaz Gondrong di Babelan, Kabupaten Bekasi, hanyalah omong kosong belaka. Ustaz Gondrong menunjukkan kemampuannya seolah-olah bisa menggandakan uangnya untuk mempromosikan kesaktiannya.

  • Bagikan